Hallo kak, dulu aku ingat kita sempat berbagi lo, aku dengan kisahku, kamu dengan kisahmu. Ini bisa dibilang saling peduli. Kamu adalah sosok kakak terbaik yang pernah aku kenal. Aku juga tak habis fikir, Kak. Ini terlalu tega, ini terlalu sakit. Hahaha. Mungkin aku terlalu menutupi perasaanku, lalu bukan kah dulu aku sudah sering bercerita tentang Si Ganteng itu kak? Ya lucu memang. Kadang aku tertawa geli menahan airmata ini. Kak, kamu pernah tau rasanya diKhianti oleh seorang Kakak yang aku anggap terbaik, yang selalu mendengar dan memberi saran untukku? Yang mensupportku dalam keadaan aku rapuh.
Sebenarnya apa yang harus disalahkan disini? Kamu aku atau dia? Atau mungkin perasaan? Ah, aku sangat muak, aku benci keadaan bodoh ini, Kak. Mungkin dunia terlalu kejam, dunia terlalu munafik yang membuat manusia jadi tak punya perasaan, tak bisa merasakan. Aku tak tahu harus apa, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Apa aku harus merelakan? Merelakan tidak akan mudah, ya tidak akan pernah mudah, Kak. Sangat sakit, bahkan teriris.
Kak, kalau aku boleh jujur? Aku hanya ingin dia kembali, hmm. Bodohnya aku, sudahlah. Mungkin aku hanya berani menulis tanpa mengungkapkan. Aku kuat, yaa sangat kuat. Terimakasih, cukup..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar