Selasa, 08 Oktober 2013

Kembali

Semua sangat sulit dideskripsikan. Hubungan tanpa kejelasan, tanpa ikatan tapi terikat, tanpa menyatu tetapi satu. Ini dunia yang tidak kuketahui. Semua buram tak terlihat. Dunia seolah olah mempermainkanku, kamu semakin membodoh bodohiku. Aku masih saja percaya dengan bualanmu, semua terlalu munafik, Sayang. Hanya kejelasan saja, kau harus tegas dengan ini, kau lelaki sayang, tegaslah dalam memilih.

Sampai kapan kepalsuan ini? Sampai kapan aku menunggu. Semua terlalu bodoh, coba kau bayangkan, sangat muak! Mengerti? Apa yang kau pertahan lagi dengan hubungan yang terlalu banyak pemain itu? Sudah hentikan saja, lepaskan. Disini ada aku, coba lihat sayang. Apa hatimu mati hingga kau tak bisa rasakan hanya aku satu-satunya yang bisa mencintaimu dengan utuh.

Buka matamu dan lihat, pasang telingamu dan dengar, hanya itu, kau tak perlu kesana kesini untuk mencari yang terbaik, tak perlu. Sayang, dimana letak hati yang dulu? Apa harus menunggu lagi? Apa harus hujan deras lagi baru pelangi hah? Lalu kapan bahagia yang kau janjikan? Kapan pelangi yang kita nantikan? Ayo jawab, Sayang. Ini sangat sulit, tidak mudah dijalani. Sedangkan kau bisa bersenang senang, mengumbar sayang, mengumbar kata cintamu tanpa memikirkan perasanku. Kau sangat tega, bahkan mungkin tak punya hati. Sejak kapan aku bisa kehilangan kamu? Sejak kapan aku bisa kehilangan oksigenku?

Sayang, sudahi semua permainanmu. Kembali kepelukanku, sekarang..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar