Tuhan.. dengar aku, aku lelah dengan drama yang aku tak tau darimana asal ceritanya, dan entah darimana sebabnya. Dia sudah dengan kekasih barunya, lalu aku? Aku masih saja dengan rasa sakitku, masih saja dengan mendungku. Yang ku inginkan hanya bahagia, tak lebih dari itu, mengapa terlalu sulit? Mengapa terlalu sakit?
Ceritaku masih saja sama, topiknya masih saja dia. Tak mengerti, benar-benar tak mengerti, aku terlalu diperbodoh dengan rasa cintaku. Aku hanya terlalu mudah untuk disakiti olehnya. Apa salahku? Apa salahmu? Mengapa harus berpisah? Mengapa harus luka baru lagi? Kisahnya masih saja sama "meninggalkanku demi wanita lain" . Tuhan, apa sakit selama ini tidak membuatmu yakin kalau memang aku pantas mendapatkan kebahagian? Apa sabarku selama ini tak membuatmu berhenti memberiku pelajaran?
Tolong kali ini mengerti tuhan, Aku tentu saja menangis, dadaku sesak ketikaku tahu dia bisa menggantikanku dengan hitungan jam, yaaa hanya dengan hitungan jam. Semua begitu serba tiba-tiba, kurasa kesalahku tidak terlalu besar, hanya saja keegoisan dan ketidak pekaannya.
Tuhan.. jagalah kebahagiannya untukku. Kabulkan jalannya untuk memenuhi janji-janjinya. Aku memang tak perlu meratap, ini sudah harus kujalani, walau duka, walau dengan air mata.
Kembali kecerita awal, aku hanya ingin bahagia. Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar