Minggu, 06 Oktober 2013

Bertahanku diketidak pekaanmu

Kau membuatku jadi ingin menulis. Ntah karna sebab sakitku yang terlalu ini. Bahkan aku sebagai pelarian tak berhak berharap banyak, selain menunggumu untuk kembali pulang. Aku sudah berbiasa dengan rasa sakit, aku mulai jatuh cinta dengan air mata selama ini. Aku masih saja belum mengerti jalan pikirinmu, apa kurangnya kedewasaan? Apa kurang pengertian? Aku sangat muak dengan keadaan yang seakan-akan menusuk ku dari belakang. Aku banyak belajar dari hari-hari yang kau ciptakan , dari air mata yang selalu kau sebabkan.

Kita masih bisa saja bertemu, dalam do'a bahkan dalam peluk. Tapi aku hanya ingin kejelasan, aku hanya ingin kau pertahankan. Lalu bagaimana dengan kekasih barumu? Dan aku bisa apa dalam hal ini? Apa jalan yang aku pilih ini salah? Aku hanya ingin terus mencoba mempertahankan kita. Hubungan yang berjalan sudah hampir 20 bulan ini membuatku jadi semakin rapuh, namun aku tak bisa mengembalikan waktu dulu seperti belum mengenalmu.

Aku masih terlihat baik-baik saja dimatamu, aku masih saja menikmati hari-hari yang kau beri, mungkin kita memang tak pantas untuk dipisahkan, Sayang. Seperti sabtu malam itu, aku benar-benar rasakan kehangatan, kasih sayang didalamnya. Yang aku minta disini hanya kejelasan, tapi sayang aku tak bisa ungkapkan. Aku bodoh, aku tolol, bibir ku kelu tak bisa tegas untuk ini, lalu sampai kapan? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku bingung sayang, tolong jawab aku!

Sekarang aku hanya bisa diam, mengungkap hanya lewat tulisan, berharap kau membaca tulisanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar