Aku sudah berjanji takkan menangis. Tidak hanya sesak, tapi penuh. sangat penuh hingga aku tak bisa bernafas, sangat penuh hingga aku terus menggigit bibirku mengurangi rasa sakit. Sangat sesak hingga aku tak bisa melihat disekitarku. Hingga kepenuhan sesak itu menjadi sebuah luka. Luka? Ya tahu bagaimana rasanya?
Ingin pergi tapi tak bisa, ingin berlari tapi tak pernah berpindah tempat, ingin menangis tapi air mata sudah kering, ingin berteriak tapi tak ada suara yang keluar, ingin memukul takut sakit, ingin mengakhiri namun rumit. Tak tahu apa yang bisa diperbuat, sesak yang semakin dalam tak juga ingin berhenti. Ingin memeluk, tak ada yang dipeluk. Rasa sakit itu akhirnya mendorong untuk menyakiti dirinya sendiri.
Aku hanya menginginkan sebuah cinta apa adanya, aku hanya ingin merasakan cinta yang nyata tanpa perlu aku mencari makna itu sendiri. Sekalipun cinta yang kupunya hanya berurai air mata, aku akan tetap dengan senyum menyambut keagungannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar